Monday, November 15, 2010

Pohon Thoyyibah

"Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit. (Pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat." (Ibrahim,14:24-25)

Pohon yang apabila akarnya menghunjam kuat ke dalam tanah, batangnya menjulang ke langit, serta memberikan buah setiap musim seizin Rabbnya menggambarkan peribadi seorang mukmin yang aqidahnya kukuh tertancap di dalam jiwa, ibadahnya benar-benar ikhlas mengharap redha Allah serta selalu menampilkan diri dengan akhlaqul karimah setiap saat.

Ketika masih kuliah di matrikulasi, saya berukhwah dengan seorang sahabiah yang mantap ilmu, iman dan amalnya. Dia antara tulang belakang yang mengi'marahkan dan menghidupkan aktiviti surau blok kami. Pernah suatu masa, setelah selesai solat, saya memandangnya dan hati saya tiba-tiba merasa sayu, hiba, insaf dengan kekurangan iman di hati dan tanpa disedari air mata membasahi pipi. Lantas, terus saya berdoa agar Allah memberikan hidayah dan kekuatan istiqomah beramal shalih seperti sahabiah tersebut. Subhanallah, saya selalu berfikir, hanya dengan memandang sahabiah itu saja mampu membuat saya insaf, mungkin iman yang kuat dihatinya terpancar dan dirasai oleh sesiapa sahaja yang memandang apalagi kalau berukhwah dengannya.

Pribadi sukses yang dimiliki oleh sahabiah tersebut adalah paduan semua karakter yang membentuk karakter unik iaitu shalihun linafsihi wa naafi'un lighairihi (shalih bagi dirinya dan memberi manfaat bagi sesama). Mampukah saya menjadi seperti sahabiah tersebut? Bagaimana mungkin seseorang dapat memberi kebaikan kepada sesamanya kalau dia sendiri jauh daripada kebaikan? Bagaimana seseorang dapat menolong orang yang tenggelam kalau dia sendiri tak mampu berenang? Tidakkah hanya akan menambah korban?

Justeru, tiada yang mustahil bagi Allah. Sebenarnya kita pasti boleh! Hanya dengan tekad, usaha dan disertai doa yang berterusan kepada Allah, saya yakin sesiapa sahaja boleh meneladani qudwah hasanah Rasulullah tercinta...amin ya Rabb!

Peribadi sukses menurut Al-Quran dapat digambarkan pada:

1) Keperibadian lebah (An-Nahl, 16:67-69). Lebah selalu mandiri dan percaya diri. Mampu membuat rumah di gunung-gunung, pepohonan dan di gua-gua serta sentiasa memakan yang baik-baik, halal dan thoyyibah. Menghasilkan madu yang sangat bermanfaat kepada manusia. Membantu penyerbukan pada bunga dan tumbuhan merupakan dimensi sosial kemasyarakatan. Berani membela diri dan memiliki sengatan untuk melindungi diri daripada kezaliman. Ranting tak akan patah walau dimana pun ia hinggap.

2) Generasi Al Kahfi adalah gambaran para pemuda yang istiqomah mempertahankan keimanan, meski harus bersembunyidi dalam gua selama 309 tahun.

3) Generasi Qur'ani (Ali Imran,3:79) merupakan pribadi teladan yang sentiasa mengajarkan Al-Quran dan sentiasa mepelajarinya di antara mereka.

4) Khairu Ummat (Ali Imran,3:110) atau ummat terbaik yang sentiasa melakukan perbaikan di tengah masyarakat dengan dakwah kepada Allah, amar ma'ruf dan nahi mungkar serta iltizam di jalan Allah.

5) Rabbaniyyun (Ali Imran, 3:146-147) atau generasi rabbani yang mewarisi nilai-nilai dakwah ke jalan Allah. Ciri generasi ini adalah:
* Tidak dihinggapi penyakit wahn (cinta dunia dan takut mati)
* Tidak mudah putus asa dan tergesa-gesa meraih kesuksesan.
* Tidak lemah mengharungi tipu daya duniawi baik berupa harta, tahta,
wanita, dan sebagainya.

*Rujukan: Buku Tarbiyah Dzatiyah (Solihin Abu 'Izzudin)

No comments:

Post a Comment